Wednesday, August 22, 2018

pagi diantaramu

Seharusnya ruangan ini mampu menampung lebih dari sepuluh orang, namun hanya ada kita, namun hanya ada kita berdua dan aku sekarat merutuki udara yang tak tau pergikemana, aku menaham reaksi lakrimasi yang entah kenapa datang tanpa permisi, layaknya maling yang memang  sudah mengincar untuk menggondol sisa sisa isak semalam.

---------
dan untuk pertama kalinya aku sangat ingin memulai hari sedini ini

------------------
Dear Tomku, Sudah lama berlalu ya, sejak terakhir kali aku menutup buku harianku--sejak aku melepas namamu dari hatiku. Aku tidak ingin menanyakan kabarmu seperti apa? Karena aku tahu, kau baik-baik saja di sana. Aku bahagia, kau menemukan seseorang yang tepat di saat yang tepat dan hey terima kasih bijaksana. Kau juga membawakanku sekotak kebahagian untuk menjadi bekal. Aku baik-baik saja, Tomku. Aku baik-baik saja. Hahaha...aku akan bilang itu berkali-kali meski tak kau tanyakan. Entah kenapa, hari ini kenangan-kenangan masa lalu tentangmu berkelebat dalam ingatanku. Bagaimana aku bertemu kamu pertama kali, lalu jatuh cinta diam-diam. Pernah beberapa kali mata kita bersirobok tanpa sengaja. Atau pada beberapa kesempatan bertemu disaat yang tepat. Telepatiku padamu selalu berfungsi kala itu. Aku ingat, kata-kata yang kau dan aku ucapkan pagi itu saat aku mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Kau tertawa. Mukaku memerah. Sesekali aku juga pernah patah hati karenamu, tapi selalu membuatku jatuh cinta berkali-kali. Ingat panggilanmu Malaikat Penjaga? Kau akan menjadi selamanya seperti itu. Jangan salah sangka, aku tidak hendak merebut hatimu kembali. Lathifa kecilmu sudah cukup membuatku berhenti menunggu. Aku sudah move on. Sungguh. Aku bahkan tidak memintamu untuk mengingat apa-apa lagi. Cukup ingat aku sebagai temanmu saja. Teman satu almamater. Sudah, itu saja. Tapi Tom. Harus kuakui satu hal. Ternyata kau masih menjadi sumber-sumber inspirasiku. Tokoh utama dalam tulisan-tulisanku. Tidak apaa-apa kan? Aku yakin, kau juga masih menjadi penggemar cerita-ceritaku. Tenang saja, mungkin suatu hari aku akan bikin cerita tentang keluarga kecilmu itu. Mungkin bisa kau dongengkan kepada Lathifa sebelum tidur? Kapanpun itu, bilang ya pada gadis kecil itu Tantenya seorang penulis hebat :) Thanks for all Bijaksana. Happily ever after.

Make Google view image button visible again: https://goo.gl/DYGbub
Dear Tomku, Sudah lama berlalu ya, sejak terakhir kali aku menutup buku harianku--sejak aku melepas namamu dari hatiku. Aku tidak ingin menanyakan kabarmu seperti apa? Karena aku tahu, kau baik-baik saja di sana. Aku bahagia, kau menemukan seseorang yang tepat di saat yang tepat dan hey terima kasih bijaksana. Kau juga membawakanku sekotak kebahagian untuk menjadi bekal. Aku baik-baik saja, Tomku. Aku baik-baik saja. Hahaha...aku akan bilang itu berkali-kali meski tak kau tanyakan. Entah kenapa, hari ini kenangan-kenangan masa lalu tentangmu berkelebat dalam ingatanku. Bagaimana aku bertemu kamu pertama kali, lalu jatuh cinta diam-diam. Pernah beberapa kali mata kita bersirobok tanpa sengaja. Atau pada beberapa kesempatan bertemu disaat yang tepat. Telepatiku padamu selalu berfungsi kala itu. Aku ingat, kata-kata yang kau dan aku ucapkan pagi itu saat aku mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Kau tertawa. Mukaku memerah. Sesekali aku juga pernah patah hati karenamu, tapi selalu membuatku jatuh cinta berkali-kali. Ingat panggilanmu Malaikat Penjaga? Kau akan menjadi selamanya seperti itu. Jangan salah sangka, aku tidak hendak merebut hatimu kembali. Lathifa kecilmu sudah cukup membuatku berhenti menunggu. Aku sudah move on. Sungguh. Aku bahkan tidak memintamu untuk mengingat apa-apa lagi. Cukup ingat aku sebagai temanmu saja. Teman satu almamater. Sudah, itu saja. Tapi Tom. Harus kuakui satu hal. Ternyata kau masih menjadi sumber-sumber inspirasiku. Tokoh utama dalam tulisan-tulisanku. Tidak apaa-apa kan? Aku yakin, kau juga masih menjadi penggemar cerita-ceritaku. Tenang saja, mungkin suatu hari aku akan bikin cerita tentang keluarga kecilmu itu. Mungkin bisa kau dongengkan kepada Lathifa sebelum tidur? Kapanpun itu, bilang ya pada gadis kecil itu Tantenya seorang penulis hebat :) Thanks for all Bijaksana. Happily ever after.

Make Google view image button visible again: https://goo.gl/DYGbub

Monday, May 16, 2016

bulan ini dua tahun yang lalu....

bulan ini... dua tahun yang lalu...

aku membentangkan jarak denganmu. dari pertemuan setiap hari, setiap pekan dan tiba tiba semua tak lagi sama.

aku masih mengingat keletihan yang kau lalui untukku, peluh yang mengalir selepas kuliahmu diakhir pekan untuk menemuiku.... dan bulan ini dua tahun yang lalu. aku pergi.....

kau selalu begitu, tampak kuat untukku, kau menahan semua duka dan sedihmu untuk meringankan langkahku. kau tidak mau menjadi beban bagiku... kau selalu begitu....

satu jilid buku dan sepucuk surat kau sematkan ditanganku saat aku pergi, IQ84 "Manusia belajar mencintai dirinya sendiri dengan mencintai dan dicintai orang lain" ya kau telah mengajarkanku itu.

kau menjadikanku apa adanya aku,

aku dan kebodohanku

kau dan ketegaranmu

maafkan aku....




Tuesday, September 23, 2014

Kerinduan

sungguh ada sebuah kerinduan tak tertahankan
kerinduan akan hal yang tak dapat kugambarkan
akan sebuh kehangatan dan ketenangan jiwa...

I still haven't found what I'm looking for... itu yang Bono katakan.

I Miss You so much..